Langsung ke konten utama

Postingan

Berburu Lailatul Qadar

Berbicara mengenai malam Lailatul Qadar, kita sering menjumpai dengan makna-makna 1000 bulan lebih baik daripada bulan-bulan yang lain. di mana kita ketika mengerjakan suatu amalan pada malam tersebut 10 hari terakhir pada bulan Ramadan akan mendapatkan berbagai macam pahala derajat sehingga Rahmat yang Allah turunkan oleh malaikat yang lebih baik dan caranya lebih utama pahalanya dan lebih bagus sebuah karomahnya ketimbang beribadah di hari-hari yang lainnya setara dengan kita beribadah pada 1000 bulan lamanya. Mungkin diantara kalian setiap 10 malam terakhir beribadah i'tikaf di masjid melaksanakan tarawih secara berjamaah dengan semangat mendirikan qiyamul lail secara khusyuk dan lama serta membaca, mentadaburi, tadarus Al-Qur'an sehingga sebanyak-banyaknya. merupakan amalan keutamaan pada bulan romadhon ketika dibaca di hari-hari lain walaupun pahalanya mendapatkan sebuah ganjaran tetapi ketika di malam itu dilipatgandakan bagaikan bisa mengerjakan pada 1000 bulan lamanya. ...

Insan Yang Bermanfaat

Kebaikan seseorang, salah satu indikatornya adalah kemanfaatannya bagi orang lain. Keterpanggilan nuraninya untuk berkontribusi menyelesaikan problem orang lain.  Rasulullah SAW bersabda : manusia terbaik adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain. خير الناس أنفعهم للناس Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain (HR. Ahmad, Thabrani, Daruqutni. Dishahihkan Al Albani dalam As-Silsilah As-Shahihah) Kelihatannya, memberikan manfaat kepada orang lain, membantu dan menolong sesama itu membuat waktu kita tersita, harta kita berkurang, tenaga dan pikiran kita terporsir. Namun sesungguhnya, saat kita memberikan manfaat kepada orang lain, pada hakikatnya kita sedang menanam kebaikan untuk diri kita sendiri. Jika kita menolong orang lain, Allah akan menolong kita. Allah SWT berfirman: إِنْ أَحْسَنتُمْ أَحْسَنتُمْ لِأَنفُسِكُمْ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (...

Teguran Allah Ta'ala Berupa COVID-19

Fenomena penyakit masyarakat dunia yang belakangan ini banyak sekali tersebar hingga seluruh penjuru bumi, bahkan dalam sebuah informasi hingga pihak jamaah umroh dan yang hendak berthowaf pun ditangguhkan sementara demi sterilisasi area masjidil haram dan sekitar Ka'bah. Apa maksud fenomena ini terkait penyebaran penyakit yang Allah Ta'ala turunkan kepada kita berupa penyakit wabah dinamakannoleh ilmuwan dunia dengan nama COVID-19 dan efek dari wabah tersebut? Allah Ta'ala menurunkan wabah tersebut terkait kelalaiannya suatu kaum yang memakan makanan yang Allah Ta'ala jelas mengharamkan karena mengandung kemudhorotan. Allah Ta'ala dengan segala kesempurnaan yang dimilikinya telah membuat aturan dengan poin-poin yang sangat detail tentang aturan makan dan hal-hal yang wajar di konsumsi manusia. Makanan halal sekalipun jika dikonsumsi secara berlebihan bisa mendatangkan mudharat, apalagi makan yang dikonsumsi tanpa takaran yang jelas, lebih dari itu makananya pun h...

Ibadah

Berbicara tentang amal, tentu kita pasti menganggap bahwa amal itu adalah sebuah pekerjaan semata. Hal sebuah realitis yang dapat dilakukan oleh seorang manusia. Namun apa maksud amal ini dalam keterkaitannya tentang ibadah seseorang yang bisa membuahkan suatu ganjaran pahala serta kebaikan dimata publik saat ini? Amal merupakan sebuah pekerjaan yang dilakukan oleh manusia. Namun dalam hakikatnya harus dengan ilmu. Dari sini kita lihat bahwa menurut pandangan ulama dari berbagai kalangan misalnya berpendapat bahwa amal tanpa ilmu adalah sesuatu yang hambar, bahkan tidak dapat membuahkan suatu ganjaran yang dimana dikerjakan dapat dinilai suatu ibadah. Kita lihat dalam amal harus dipahami bahwasannya sahnya suatu amal dikatakan ibadah ialah dari segi keikhlasannya dan keilmuannya. Oke lah, saya mengajak para pembaca untuk mengutip satu ayat yang terdapat dari Al-Qur'an yaitu dalam surat Al-Insyiqoq : 25, Allah Ta'ala berfirman: إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَع...

Teman Terbaik

Dalam kehidupan, kita sebagai makhluk sosial tidak terlepas dengan adanya pergaulan terhadap teman. Dengan hadirnya seorang teman maka hidup kita akan semakin berwarna tanpa adanya kesedihan dan kegalauan. Tentu diantara kita pasti punya teman yang sangat dekat yang sering kita sebut sohib/sahabat. Bahkan seperti keluarga sendiri, ntah itu lebih tua umurnya maupun lebih muda dari kita. Teman ialah mewarnai semua kehidupan yang kita jalank, dan akan terasa lebih cerah dalam melihat dunia serta memudahkan kita ketika apabila sedang dilanda masalah ataupun ujian. Rasulullah SAW memerintahkan kita untuk berteman dengan orang orang yang sholih nan muslihin. Karena orang orang yang sholih akan membawa kita kepada kehidupan yang lebih terarah. Dalam kitab shohih bukhori yamg pernah saya baca. Bahwasannya dalam riwayatnya mengatakan dari Abu Musa RA berkata, Nabi SAW bersabda: ﻣَﺜَﻞُ ﺍﻟْﺠَﻠِﻴﺲِ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺢِ ﻭَﺍﻟْﺠَﻠِﻴﺲِ ﺍﻟﺴَّﻮْﺀِ ﻛَﻤَﺜَﻞِ ﺻَﺎﺣِﺐِ ﺍﻟْﻤِﺴْﻚِ ﻭَﻛِﻴﺮِ ﺍﻟْﺤَﺪ...