Langsung ke konten utama

Ibadah

Berbicara tentang amal, tentu kita pasti menganggap bahwa amal itu adalah sebuah pekerjaan semata. Hal sebuah realitis yang dapat dilakukan oleh seorang manusia. Namun apa maksud amal ini dalam keterkaitannya tentang ibadah seseorang yang bisa membuahkan suatu ganjaran pahala serta kebaikan dimata publik saat ini?
Amal merupakan sebuah pekerjaan yang dilakukan oleh manusia. Namun dalam hakikatnya harus dengan ilmu. Dari sini kita lihat bahwa menurut pandangan ulama dari berbagai kalangan misalnya berpendapat bahwa amal tanpa ilmu adalah sesuatu yang hambar, bahkan tidak dapat membuahkan suatu ganjaran yang dimana dikerjakan dapat dinilai suatu ibadah.
Kita lihat dalam amal harus dipahami bahwasannya sahnya suatu amal dikatakan ibadah ialah dari segi keikhlasannya dan keilmuannya.
Oke lah, saya mengajak para pembaca untuk mengutip satu ayat yang terdapat dari Al-Qur'an yaitu dalam surat Al-Insyiqoq : 25, Allah Ta'ala berfirman:
إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍ
"Tetapi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka pahala yang tidak putus-putusnya." 
Namun perlu kita ketahui juga dalam mengerjakan amalan/suatu kebaikan, kita lihat terlebih dahulu apakah yang dilakukan ini sangat bertentangan dalam syariat islam atau bahkan bisa jadi tanpa ilmu, amalan kita bisa jadi tertolak.
Saya menemukan berbagai macam referensi hadis dalam Sumber sumber kajian islam. Contoh saja dalam shahih imam Bukhori pada kitab hadist Arbain An-Nawawiyyah mengatakan.
عَنْ أُمِّ الْمُؤْمِنِيْنَ أُمِّ عَبْدِ اللهِ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ : قَالَ رَسُوْلُ الله صلى الله عليه وسلم : مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ.
[رواه البخاري ومسلم وفي رواية لمسلم : مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ
Dari Ummul Mu’minin; Ummu Abdillah; Aisyah radhiallahuanha dia berkata: Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: "Siapa yang mengada-ada dalam urusan (agama) kami ini yang bukan (berasal) darinya, maka dia tertolak". (Riwayat Bukhari dan Muslim),
dalam riwayat Muslim disebutkan: "siapa yang melakukan suatu perbuatan (ibadah) yang bukan urusan (agama) kami, maka dia tertolak".
Wallahu'Alam, semoga bermanfaat bagi kita semua.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Filosofi Ilir

Kata ilir mungkin tidak asing bagi semua orang jawa, ialah suatu alat kipas tradisional berbentuk persegi yang terbuat dari anyaman bambu disambung dengan pegangan yang terbuat dari bambu juga. Tidak salah kipas ini masih kebanyakan orang orang pedagang sate keliling atau warung ayam/daging bakar. Namun dengan berjalannya waktu kipas ini redup di zaman era sekarang yang serba menggunakan teknologi kipas angin bahkan pendingin udara. Tapi jika kita telusuri, orang orang pada zaman dahulu kipas ini merupakan sebuah alat didik bagi anak anak yang sangat kompeten dan tergolong manjur dalam kedisiplinan, Kenapa? Memang orang tua zaman dulu kipas ini sebagai penghantar tidur dengan kasih sayang yamg erat disertai cerita cerita islami. Disamping itu dalam didikan agama baik orang tua maupun ustad ustad di mushollah maupun di pondok pesantren, alat ini sebagai peringatan bagi anak didiknya jika melanggar aturan syariat. Kita telusuri respon dalam berbagai orang orang dulu ba...